JAKARTA - Industri pameran atau exhibition di Indonesia terus menggeliat seiring pulihnya sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) pasca pandemi. Tahun ini, tren desain booth custom dan integrasi teknologi interaktif menjadi sorotan utama di berbagai ajang pameran nasional maupun internasional yang digelar di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Pergeseran Dari Booth Standar ke Booth Custom

Beberapa tahun lalu, mayoritas perusahaan masih mengandalkan booth standar berbentuk kotak sederhana yang disediakan penyelenggara pameran. Namun, tren ini kini bergeser drastis. Perusahaan mulai berlomba menghadirkan booth custom yang dirancang khusus sesuai identitas merek masing-masing.

Menurut pengamat industri pameran, pergeseran ini didorong oleh persaingan ketat antar-brand untuk merebut perhatian pengunjung yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang dalam satu hari pameran. Desain booth yang unik dan mencolok dinilai mampu meningkatkan brand recall secara signifikan dibandingkan booth generik.

Teknologi Interaktif Jadi Nilai Tambah

Selain desain fisik, integrasi teknologi interaktif seperti layar sentuh, augmented reality (AR), hingga virtual reality (VR) kini menjadi elemen yang semakin diminati. Teknologi ini digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada pengunjung, mulai dari demo produk digital hingga simulasi penggunaan produk secara real-time.

Praktisi MICE menilai investasi pada teknologi interaktif sebanding dengan manfaat yang diperoleh, terutama dalam membangun engagement dan mengumpulkan data pengunjung secara lebih terstruktur melalui sistem registrasi digital di booth.

Prospek Industri ke Depan

Dengan semakin banyaknya event bisnis dan pameran dagang yang digelar di berbagai kota, permintaan terhadap jasa kontraktor booth pameran profesional diprediksi terus meningkat. Perusahaan yang jeli membaca tren ini disebut akan lebih diuntungkan dalam memaksimalkan setiap kesempatan pameran yang mereka ikuti.